Featured Post

Komik Islami Tentang ilmu

Gambar
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (Qs. At-Tin [95]: 4) Jangan sepelekan bercermin! Dengan cermin, orang yang hatinya berpenyakit akan terlena dengan paras, takjub dengan rupa, tanpa ingat untuk bersyukur pada yang telah mencipta. Dengan cermin, orang yang kurang bersyukur akan mengeluhkan titik noda dan jerawat kecil. Dia lupa dengan nikmat sehatnya permukaan kulit yang lainnya, dan hanya berfokus pada satu kecil noda.  Maka seutas  doa singkat itu mudah mudahan dapat menarik kita dari kebanggaan melambung, atau dari ketidak syukuran diri atas nikmat sebaik-baik ciptaan Dia Yang Maha Mencipta. Ada hikmah dari indahnya paras, karena di balik keindahan itu ada pula ujian untuk bersyukur atau kufur. Pun, di balik noda titik jerawat atau sedikit cacat itu ada hikmah pula, bahwa Allah telah menciptakan kita dengan sebaik-baik penciptaan. Maka maukah kita bersyukur? Komik Islami Lainnnya...

Seandainya Membuka Pintu Syaitan

[Perkataan Seandainya Membuka Pintu Syaitan]

Jepara Bertobat
.
Ibnu Masud radhiyallahu anhu berkata : Sungguh aku menggigit bara api hingga dingin lebih aku sukai daripada aku berkata kepada suatu perkara yang telah ditetapkan oleh Allah : Seandainya tidak terjadi
(Az-Zuhd, Abu Dawud hal 128)
.
Dalam hadits : Sesungguhnnya perkataan seandainya membuka amalan syaitan
.
Diantara amalan syaitan :  Menjadikan pengucapnya sekaan-akan protes terhadap keputusan dan takdir Allah, karena ucapan seandainya sering diucapkan tatkala terjadi apa yang tidak disukai  Menjadikan pengucapnya hanya berangan-angan sesuatu yang mustahil, kata pepatah : Air susu ibu yang sudah dikeluarkan tidak bisa dimasukan kembali. Dan syaitan suka seseorang mengangan-angankan sesuatu yang mustahil sehingga terlalaikan dari cita-cita yang mungkin diraih. Mengembalikan masa lalu adalah perkara yang mustahil  Menjadikan pengucapnya bersedih, dan diantara tujuan syaitan adalah menjadikan seorang mukmin bersedih agar ia futur dan terabaikan dari aktifitas-aktifitasnya yang bermanfaat, atau agar ia tidak bersemangat dalam beraktifitas.
.
Yang seharusnya diucapkan seorang mukmin tatkala mengalami sesuatu yang dibenci adalah Qoddarollahu wa maa syaa-a faala. (ini sudah taqdir Allah, dan Allah melakukan apa yang dikehendakiNya
.
Yang berlalu biarlah berlalu, jadikan sebagai pelajaran untuk memperbaiki yang ada dihadapan kita.
.
(Ustadz Firanda Andirja, hafizhohullah)
.
.

Komentar

Visitor

Online

Related Post